Kamis, 29 November 2018

BAB 5 KEWIRAUSAHAAN MODEL BISNIS

Executive Summary dan Penjelasan Tentang Model Bisnis

Menurut Huat, T Chwee (1990) Bisnis dalam arti luas adalah istilah umum yang menggambarkan semua aktifitas dan institusi yang memproduksi barang & jasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisnis sebagai suatu sistem yang memproduksi barang dan jasa untuk memuaskan kebutuhan masyarakat (bussinessis then simply a system that produces goods and service to satisfy the needs of our society. Menurut Steinford ( 1979) Business is an institution which produces goods and services demanded by people.” Artinya bisnis ialah suatu lembaga yang menghasilkan barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat. Apabila kebutuhan masyarakat meningkat, maka lembaga bisnis pun akan meningkat pula perkembangannya untuk memenuhi kebutuhan tersebut, sambil memperoleh laba.

Bisnis Konvensional

Konvensional atau yang lebih sering dikenal dengan bisnis offline adalah kegiatan atau

transaksi jual-beli yang dilakukan secara langsung, bertatap muka antara penjual dengan
pembeli.
Kelebihan dalam bisnis konvensional :
  1. Pembeli langsung dapat melihat produk yang akan dibeli sehingga pembeli tidak merasa rahgu akan produk yang akan dibeli, pembeli juga dapat memilih produknya sendiri.
  2. Umumnya bisnis konvensional memiliki tempat atau kios sendiri sehingga pembeli dapat mengunjungi kios dan dapat secara langsung bertemu dnengan penjual.
  3. Memiliki banyak stok sehingga apabila sewaktu-waktu pembeli ingin membeli produk, mereka tidak perlu waktu yang lama untuk mendapatkan produk tersebut.
  4. Terjamin, karena selain dapat melihat barang secara langsung, pembeli juga dapat mengetahui penjual secara langsung  (face to face), sehingga tindakan penipuan minim terjadi.
Kekurangan dalam bisnis konvensional :

  1. Lingkup pemasarannya terbatas, jika ingin memperluas lingkup pemasaran, maka harus membuka cabang di berbagai daerah.
  2. Membutuhkan modal yang cukup besar karena biasanya bisnis konvensional memerlukan tempat untuk memasarkan produknya.
  3. Memerlukan banyak stok, ini juga berpengaruh terhadap modal yang dikeluarkan sehingga modal menjadi bertambah.
  4. Apabila pembeli ingin membeli barang, maka harus pergi ke toko tempat dijualnya barang tersebut.

Bisnis waralaba

waralaba adalah waralaba jika dalam bahasa Inggris yaitu dari kata “Franchising” dan jika dalam bahasa Francis yaitu “Franchise”, Merupakan hubungan bisnis atau usaha antara pemilik merek, produk maupun sistem operasioal dengan pihak kedua yang berupa pemberian izin dari pemakaian merek, produk dan sistem operasional dalam jangka waktu yang telah di tentukan sebelumnya.
Atau definisi lain dari waralaba adalah bentuk kerjasama bisnis atau usaha dengan memakai prinsip kemitraan, sebuah perusahaan yang sudah mapan baik itu dari segi sistem manajemennya, keuangannya maupun dari marketingnya serta adanya merek dari produk perusahaan yang sudah dikenal oleh masyarakat luas, dengan perusahaan ataupun individu yang memakai merek dari produk maupun sistem tersebut itulah yang disebut dengan waralaba

1. Keuntungan Waralaba

  • Manajemen bisnis telah terbangun
    Bisnis waralaba memberikan keuntungan untuk berbisnis di bawah bendera bisnis lain yang sudah memiliki reputasi yang bagus. Ide, penamaan dan manajemen suatu bisnis telah di uji coba sebelumnya dan siap untuk di implementasikan pada lokasi yang baru.
  • Sudah dikenal masyarakat
    Pemasaran bisnis waralaba cenderung lebih mudah, karena bisnis sebelumnya lebih terdahulu di kenal masyarakat. Dengan kata lain, biaya dan tenaga yang diperlukan untuk membangun reputasi bisnis tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan dengan membangun bisnis baru.
  • Manajemen finansial yang lebih mudah
    Investor cenderung lebih suka untuk memberikan modal pada bisnis yang telah kokoh dari segi finansial dan jaringan pemasaran. Dengan menggunakan bisnis waralaba, sistem manajeman finansial telah di tetapkan oleh pemilik waralaba utama, sehingga kita tidak perlu dipusingkan lagi dengan manajemen finansial seperti membangun bisnis baru.
  • Kerjasama bisnis telah terbangun
    Orang yang membeli waralaba bisa mendapatkan keuntungan kerjasama yang telah terbangun sebelumnya oleh pemilik waralaba. Contohnya kerjasama dengan pemasok bahan baku, pihak periklanan dan juga pemasaran.

2. Kekurangan Bisnis Waralaba

  • Kurang kendali
    Salah satu kekurangan dari bisnis waralaba adalah kurangnya kendali dari pembeli waralaba terhadap bisnisnya sendiri, karena semua sistem telah ditentukan oleh pemilik waralaba. Sehingga ruang gerak pembeli waralaba sangat terbatas. Ide-ide untuk berkreatifitas pun terkadang tidak bisa diaplikasikan, karena adanya perjanjian-perjanjian khusus.
  • Sangat terikat dengan supplier
    Untuk mendapatkan keuntungan yang mencukupi, tentunya setiap pengusaha menginginkan modal yang kecil. Salah satu caranya adalah mencari supplier yang murah. Dengan menggunakan sistem waralaba, pihak pemasok barang pun telah ditentukan. Sehingga kita tidak bisa memilih lagi supplier yang lebih murah.
  • Ketergantungan pada reputasi waralaba lain
    Salah satu kekurangan terbesar dari waralaba adalah tergantungnya reputasi waralaba terhadap waralaba yang lain. Jika waralaba yang lain melakukan kesalahan yang mengakibatkan rusaknya reputasi, maka hal ini juga akan mempengaruhi waralaba yang anda kelola.
  • Biaya waralaba
    Pihak pemilik waralaba akan mengajukan biaya awal untuk membeli perjanjian waralaba. Kemudian biaya lanjutan untuk pelatihan dan dukungan bag.

Bisnis e-commerce

Perdagangan elektronik (Electronic commerce atau e-commerce ) yaitu penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektonik seperti internet, televisi, website, atau jaringan komputer lainnya. E-commerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.

Sedangkan E-Commerce menurut Kalakota dan Whinston (1997) dapat ditinjau dalam 4 perspektif berikut:
Dari perspektif komunikasi, E-Commerce adalah pengiriman barang, layanan, informasi, atau pembayaran melalui jaringan komputer atau melalui peralatan elektronik lainnya.
Dari perspektif proses bisnis, E-Commerce adalah aplikasi dari teknologi yang menuju otomatisasi dari transaksi bisnis dan aliran kerja.

Dari perspektif layanan, E-Commerce merupakan suatu alat yang memenuhi keinginan perusahaan, konsumen, dan manajemen untuk memangkas biaya layanan (service cost) ketika meningkatkan kualitas barang dan meningkatkan kecepatan layanan pengiriman.

Dari perspektif online, E-Commerce menyediakan kemampuan untuk membeli dan menjual barang ataupun informasi melalui internet dan sarana online lainnya.

Bentuk e-commerce yang ada di Indonesia
Secara umum bisnis e-commerce di Indonesia dapat dibedakan menjadi beberapa bentuk diantaranya sebagai berikut:
  1. Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis E-commerce, penjual, dan pembeli yang pada umumnya adalah organisasi/perusahaan yang transaksinya dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama.
  2. Business to Consumer (B2C) B2C dapat diartikan sebagai jenis perdagangan elektronik di mana ada sebuah perusahaan (business) yang melakukan penjualan langsung barang-barangnya kepada pembeli (consumer). Contoh perusahaan kelas dunia yang telah menerapkan B2C adalah Amazon.com. E -commerce yang penjualnya adalah perusahaan, dan pembelinya adalah perorangan merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer Dan sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server.
  3. Consumer-to-Consumer(C2C): E-commerce dalam bentuk ini yaitu dimana seorang penjual produk atau jasa menawarkan/menjual produknya kepada orang lain, Merupakan sistem komunikasi dan transaksi bisnis antar konsumen untuk memenuhi kebutuhan tertentu pada saat tertentu. Contoh yang telah menerapkan C2C adalah http://www.bidhere.com/http://www.ebay.com/http://www.munyie.com/.
Dalam bisnis e-commerce banyak potensi dalam pasar Indonesia yang berkembang cukup pesat, namun terdapat tantangan yang perlu dihadapi, yaitu metode pembayaran bukan cash, dan tantangan jasa ekspedisi atau pengiriman barang dalam hal ini, konsumen seringkali mengeluh akan kerugian yang dialami seperti keterlambatan pengiriman, terjadi kerusakan pada barang yang dikirim hingga barang yang dikirim tidak sesuai dengan yang diminta.


Daftar pustaka:

Rabu, 28 November 2018

BAB 4 KEWIRAUSAHAAN BERPIKIR KREATIF DAN INOVATIF

Executive summary tentang: Bagaimana Berfikir kreativitas dan inovasi serta proses kreatif

Membangun Kreativitas dan Inovasi
Inovasi adalah kemampuan seseorang untuk mengembangkan ide-ide untuk memecehan masalah dan ide-ide tersebut dapat diterima oleh masyarakat.
Inovasi digunakan dalam kewirausahaan untuk dapat membuat sesuatu yang baru yang berbeda dari pasar dengan mengeluarkan ide-ide baru yang dapat diterima dan diminati oleh masyarakat.
Beberapa tahap dalam proses inovasi adalah sebagai berikut:
  • Melihat peluang. Peluang muncul ketika ada persoalan yang muncul atau dipersepsikan sebagai suatu kesenjangan antara yang seharusnya dan realitanya. Oleh karenanya, perilaku inovatif dimulai dari ketrampilan melihat peluang.
  • Mengeluarkan ide. Ketika dihadapkan suatu masalah atau dipersepsikan sebagai masalah maka gaya berfikir konvergen yang digunakan yaitu mengeluarkan ide yang sebanyak-banyaknya terhadap masalah yang ada. Dalam tahap ini kreativitas sangat diperlukan.
  • Mengkaji ide. Tidak Semua ide dapat dipakai, maka dilakukan kajian terhadap ide yang muncul. Gaya berfikir divergen atau mengerucut mulai diterapkan. Salah satu dasar pertimbangan adalah seberapa besar ide tersebut mendatangkan kerugian dan keuntungan. Ide yang realistic yang diterima, sementara ide yang kurang realistic dibuang. Kajian dilakukan terus menerus sampai ditemukan alternative yang paling mempunyai probabilitas sukses yang paling besar.
  • Implementasi. Dalam tahap ini, keberanian mengambil resiko sangat diperlukan. Resiko berkaitan dengan probabilitas  kesuksesan dan kegagalan, oleh karenanya David Mc Clelland menyarankan pengambilan resiko sebaiknya dalam taraf sedang. Hal ini berakaitan dengan probabilitas untuk sukses yang disebabkan oleh kemampuan pengontrolan perilaku untuk mencapai tujuan atau berinovasi.

Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk mengembangkan ide-ide untuk memecahkan masalah dan bahkan menemukan peluang baru dengan ide-ide baru tersebut.
Peran kreatifitas dalam kewirausahaan adalah dengan kemampuan tersebut seseorang dapat memutarbalikkan keadaannya dengan melihat dan menemukan peluang yang dia dapat dari ide-ide yang dia keluarkan agar seseorang dapat melakukan usaha yang baru di pasar.
Cara berpikir kreatif dalam kewirausahaan adalah dengan tidak membatasi pikiran diri sendiri, hilangkan asumsi-asumsi, penilaian-penilaian lalu coba berpikir lagi. Ketika anda tidak membatasi pikiran anda, maka anda sudah termasuk orang yang berpikir kreatif dan “out of the box”
Cara membangun kreatifitas, yaitu :
  1. Ubah cara berfikir anda dari negative ke positif
  2. Selalu bertanya
  3. Bertindak
  4. Mencari sudut pandang lain
  5. Cari informasi sebanyak-banyaknya
  6. Disiplin
  7. Jangan biarkan kritik menghambat kreatifitas
  8. Membuat sesuatu
  9. Jangan takut gagal

Faktor-faktor yang mempengaruhi inovasi dan kreatifitas dalam perusahaan, yaitu :

  • Lingkungan, yaitu perusahaan manufaktur dengan pangsa pasar terendah lebih besar kemungkinannya untuk berinovasi melalui inovasi yang bersifat reaktif, adaptif atau serentak.
  • Mutu, yaitu perusahaan inovatif memberikan perhatian besar pada mutu, tetapi pengecekan mutu tidak hanya dilakukan pada akhir produksi, tetapi pada setiap proses kerja yang didukung informasi.Kerjasama tim, yaitu perusahaan yang memperkenalkan dan mengembangkan kerjasama tim yang efektif akan lebih berinovasi.
  • Komunikasi, yaitu komunikasi dan koordinasi antar departemen merupakan penentu yang penting bagi inovasi.Komunikasi internal perusahaan berupa pertemuan berkala juga berpengaruh terhadap inovasi.
  • Dukungan manajemen, yaitu komitmen manajemen dan dukungan sumber daya manajemen sangat mempengaruhi karyawan mengembangkan inovasi.
  • Keterbukaan, yaitu perusahaan inovatif membiarkan kebijakan, strategi dan asumsi terbuka untuk dipertanyakan.Partisipasi, yaitu keterlibatan karyawan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan saling menghormati serta menghilangkan kecurigaan diantara para karyawan dan manajemen.

Faktor-faktor yang menghambat inovasi dan kreativitas dalam perusahaan, yaitu :

  • Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:
  • Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
  • Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
  • Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas.
  • Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
  • Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
  • Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
  • Kurangnya pengawasan peralatan.Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
  • Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
  • Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
  • Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.


BAB 3 KEWIRAUSAHAAN MENGUBAH POLA PIKIR DAN MOTIVASI BERPRESTASI

Executive summary tentang: Bagaimana Pola fikir dan motivasi berpertasi

Kerap muncul pemikiran jika seorang pengusaha adalah pembuat aturan tapi juga yang sering melanggar aturan. Bahkan, pengusaha terkadang dianggap layaknya makhluk asing dengan anatomi otak yang berbeda. Ini karena pola pikir mereka yang terkadang beda dari orang kebanyakan.
Padahal, sebagai manusia yang dilahirkan sama, pola pikir ini sebenarnya dimiliki setiap orang. Anda hanya perlu mengembangkan agar memiliki pola pikir yang berkualitas.
Memiliki pola pikir yang berkualitas dapat membawa Anda menjadi pengusaha besar. Ini berlaku tidak hanya dalam bisnis, tapi dalam menjalani hidup.
Berikut ini beberapa hal yang perlu Anda ketahui untuk bisa memahami pola pikir seperti pengusaha, dikutip dari Lifehack, Senin (13/3/2017).

1. Percaya bahwa semuanya mungkin
Pertama dan pelajaran paling penting untuk menjadi pengusaha besar adalah Anda harus selalu percaya segala sesuatu mungkin terjadi.
Kepercayaan ini yang dapat melampaui keinginan dalam hati. Sebab Anda percaya segala sesuatu mungkin terjadi.
Usai percaya dengan hal itu maka lakukan sesuatu dan fokuslah melakukannya.
Ini juga akan melatih pikiran Anda untuk melihat solusi daripada masalah dan membedakan hal prioritas dalam hidup.

2. Luangkan waktu untuk mengapresiasi prestasi kecil
Sebagai seorang pengusaha, Anda akan lebih sering gagal dan hampir tidak pernah melihat apapun manfaat dari usaha kerja keras tersebut. Padahal, sukses itu membutuhkan waktu dan muncul dari hal kecil.
Para pengusaha juga membahas langkah-langkah kecil yang mereka lakukan. Seperti ucapan “Terimakasih” dari klien. Semua hal-hal besar dibangun perlahan-lahan dan terkadang dari hal kecil.
Ketika Anda mulai menghargai prestasi kecil, akan melihat hal berbeda. Cobalah belajar untuk bersabar dan belajar untuk menggunakan apa yang dimiliki, daripada menunggu apa yang tidak Anda miliki.

3. Jangan melakukan sendiri
Saat kita berpikir tentang kewirausahaan, kita membayangkan sesuatu yang luar biasa. Berbagi ide-ide dan bekerja sama dengan seseorang yang memiliki keyakinan yang sama, sangat dapat memperkaya dan membantu Anda untuk menempuh jalan kesuksesan.
Miliki seseorang yang Anda percayai pada saat ketika tidak dapat menemukan motivasi merupakan suatu yang tak ternilai harganya.
Pengusaha membutuhkan orang untuk membantu hal-hal kecil agar dapat fokus pada tujuan yang paling penting.

4. Fokus dengan yang dikerjakan
Anda akan selalu melihat rumput tetangga yang lebih hijau. Pikirkan menjadi seseorang yang perfeksionis adalah kunci untuk pencapaian.
Mereka menghabiskan banyak waktu dalam menganalisis pesaing mereka, melihat bagaimana dapat mengunggulinya.
Itu adalah hal baik untuk mengetahui apa yang orang lain lakukan. Seperti yang Anda inginkan untuk melangkah ke depan, tapi jangan terlalu banyak menghabiskan waktu untuk mengamati orang lain.
Fokuslah pada ide Anda sendiri  dengan meningkatkan kreativitas dalam hidup. Jangan pernah lupa bahwa waktu adalah aset kita yang paling berharga.

5. Lakukan
Mereka mengatakan Anda tidak harus menjadi jenius untuk menjadi inovator.Yah, itu sangat benar.
Sebagian besar ide-ide penemuan baru sudah menjadi hal yang biasa. Mereka menjadi baru ketika hal ini masuk ke pasar.
Ketika Anda memiliki sebuah ide, langkah berikutnya adalah pergi untuk mewujudkan ide itu.
Itu berlaku pada setiap aspek kehidupan. Terkadang menjadi yang pertama lebih baik daripada menjadi yang sempurna.

BAB 2 KEWIRAUSAHAAN MOTIVASI MENJADI PENGUSAHA SUKSES

Motivasi untuk Menjadi Pengusaha Sukses

Proses termotivasinya seseorang dengan orang lain untuk menjadi pengusaha berbeda-beda. Tidak semua orang memiliki motivasi yang sama untuk menjadi pengusaha. Sebenarnya bangsa Indonesia memiliki dasar spirit dan keterampilan yang unik di masing-masing daerah. Sebagai bangsa Indonesia jangan biarkan bangsa lain mengelolah sumber daya dan kita hanya berdiam diri tanpa melakukan apa pun.



Mengalahkan Mitos

Pendidikan menjadi kunci sukses keluar dari kesulitan dan membantu meraih keberhasilan usaha. Jangan percaya pada mitos-mitos terkait kewirausahaan. Berikut ini beberapa mitos yang selalu kita dengar di tengah masyarakat :
  • Wirausaha merupakan bakan & keturunan
  • Pengusaha adalah pelaku, bukan pemikir
  • Wirausaha tidak bisa diajarkan atau dibentuk
  • Pengusaha adalah selalu sebagai investor
  • Pengusaha membutuhkan keberuntungan
  • Pengusaha harus selalu sukses dan tidak boleh gagal
  • Pengusaha adalah sama seperti penjudi

Mengubah Pola Pikir

Merubah sesuatu yang telah menjadi kebiasaan tidak mudah. Perubahan bukanlah kata yang menakutkan dan membahayakan. Mengubah pola pikir memerlukan keberanian dan kerelaan.
Menurut McGrath dan MacMillan (2000) ada lima karakteristik yang umumnya dimiliki oleh pengusaha :
  • Pengusaha sangat bersemangat dalam melihat atau mencari peluang-peluang baru
  • Pengusaha mengejar peluang dengan disiplin yang ketat
  • Pengusaha hanya mengejar peluang yang sangat baik dan menghindari mengejar peluang laun yang belum jelas
  • Pengusaha berfokus pada pelaksanaan
  • Pengusaha mengikutsertakan energy setiap orang yang berbeda dalam jangkauan mereka

Memotivasi Berprestasi

Semakin seseoang meyakini bahwa dirinya dapat mengelolah berbagai kekuatan dan kelemahan, maka semakin yakin ia bahwa dirinya dapat mewujudkan satu prestasi. Ciri-ciri pribadi wirausaha yang berhasil adalah :
  • Berorientasi pada tindakan dan memiliki motif yang tinggi dalam mengambil resiko untuk mencapai tujuan
  • Dapatmendayagunakan kekuatan-kekuatan yang dimiliki dan mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada
  • Mempunyai perilaku yang agresif dalam mengejar tujuan atau berorientasi pada tujuan dan hasil
  • Mau belajar dari pengalaman
  • Memupuk dan mengembangkan pribadi unggul secara terus-menerus

Seseorang menat berwirausaha karena adanya sesuatu motif, yaitu motif berprestasi. David C. McClelland mengelompokan motivasi menjadi tiga motif social yaitu: kebutuhan akan prestasi, kebutuhan akan kekuasaan, dan kebutuhan akan afisiliasi.

Memanfaatkan Kekuatan Pikiran Bahwa Sadar

Apa saja yang kita dapatkan hari ini, baik disadari maupun tidak, sebenarnya merupakan hasil dari proses kekuatan alam bahwa sadar. Yakinlah apa yang kia dapatkan hari ini sebenarnya sudah pernah kita bayangkan sebelumnya atau pernah terlintas dalam otak, imajinasi, atau bahkan dalam mimpi walau hanya sesaat.

Proses mental bahwa sadar dapat membantu kita melaksanakan kegiatan sehari-hari. Menggunakan kekuatan yang terfokus pada keiginan untuk merasakan suatu kesenangan atau kesengsaraan mampu menimbulkan energy dasyat dalam hidup.

Pikiran manusia dapat dikelompokan menjadi dua yaitu pikiran sadar dan tidak sadar. Pikiran bahwa sadar mampu mengontrol tindakan secara otomatis. Beberapa factor atau kondisi yang mendorong semakin produktifitasnya pikiran bawah sadar yaitu :
  • Sikap ragu-ragu
  • Sikap berani
  • Bermacam-macam pengalaman, memori, dan ketertarikan
  • Persiapan yang sempurna dan sungguh-sungguh
  • Menyerah sementara
  • Istirahat / santai
  • Menulis
  • Berukar pikiran
  • Bebas dari kebingungan atau kekacauan
  • Batas waktu (deadlines)
  • Tensi (tension)

BAB 1 PENGENALAN KEWIRAUSAHAAN

Pentingnya Kewirausahaan untuk membuka peluang kerja baru dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Adanya wirausaha-wirausaha nasional akan membawa manfaat baik untuk dirinya sendiri, masyarakat maupun bagi perekonomian nasional. Berikut ini peran wirausaha bagi perekonomian nasional.

Meningkatkan Produktivitas
Produktivitas merupakan kemampuan menghasilkan sesuatu yang baru. Seorang wirausaha mampu menciptakan sesuatu yang kreatif dan inovatif. Hal ini menunjukkan bahwa wirausaha termasuk orang yang produktif. Semakin banyak wirausahawan tentunya produktivitas semakin meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Menciptakan Lapangan Kerja
Untuk mengembangkan hasil kreativitas, para wirausaha tentunya membutuhkan tenaga kerja. Kebutuhan akan tenaga kerja yang semakin meningkat menunjukkan terbukanya kesempatan kerja bagi masyarakat yang semakin besar. Dengan demikian, terbukanya lapangan kerja baru dapat mengurangi jumlah pengangguran yang pada akhirnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

Mendorong Inovasi
Wirausaha erat kaitannya dengan penciptaan sesuatu yang kreatif dan inovatif. Mereka mampu mengembangkan metode-metode baru yang inovatif. Misalnya produk kecantikan sebenarnya sudah ada sejak dahulu, oleh Moeryati Sudibyo produk kecantikan dikemas dan dikembangkan dengan berbagai inovasi. Seperti pembersih dan penyegar wajah dikemas dalam satu langkah (two in one). Sepeda motor juga demikian sudah ada sejak lama, namun akhir-akhir ini muncul sepeda motor yang didesain khusus wanita, sepeda motor yang tidak mengeluarkan banyak asap sehingga tidak menimbulkan  polusi. Komputer juga demikian, yang dahulu komputer tidak bisa dibawa bepergian, tetapi sekarang dengan adanya inovasi muncul komputer yang bisa dibawa bepergian seperti laptop.