Executive summary tentang: Bagaimana Berfikir kreativitas dan inovasi serta proses kreatif
Membangun Kreativitas dan Inovasi
Inovasi adalah kemampuan seseorang untuk mengembangkan ide-ide untuk memecehan masalah dan ide-ide tersebut dapat diterima oleh masyarakat.
Inovasi digunakan dalam kewirausahaan untuk dapat membuat sesuatu yang baru yang berbeda dari pasar dengan mengeluarkan ide-ide baru yang dapat diterima dan diminati oleh masyarakat.
Beberapa tahap dalam proses inovasi adalah sebagai berikut:
- Melihat peluang. Peluang muncul ketika ada persoalan yang muncul atau dipersepsikan sebagai suatu kesenjangan antara yang seharusnya dan realitanya. Oleh karenanya, perilaku inovatif dimulai dari ketrampilan melihat peluang.
- Mengeluarkan ide. Ketika dihadapkan suatu masalah atau dipersepsikan sebagai masalah maka gaya berfikir konvergen yang digunakan yaitu mengeluarkan ide yang sebanyak-banyaknya terhadap masalah yang ada. Dalam tahap ini kreativitas sangat diperlukan.
- Mengkaji ide. Tidak Semua ide dapat dipakai, maka dilakukan kajian terhadap ide yang muncul. Gaya berfikir divergen atau mengerucut mulai diterapkan. Salah satu dasar pertimbangan adalah seberapa besar ide tersebut mendatangkan kerugian dan keuntungan. Ide yang realistic yang diterima, sementara ide yang kurang realistic dibuang. Kajian dilakukan terus menerus sampai ditemukan alternative yang paling mempunyai probabilitas sukses yang paling besar.
- Implementasi. Dalam tahap ini, keberanian mengambil resiko sangat diperlukan. Resiko berkaitan dengan probabilitas kesuksesan dan kegagalan, oleh karenanya David Mc Clelland menyarankan pengambilan resiko sebaiknya dalam taraf sedang. Hal ini berakaitan dengan probabilitas untuk sukses yang disebabkan oleh kemampuan pengontrolan perilaku untuk mencapai tujuan atau berinovasi.
Kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk mengembangkan ide-ide untuk memecahkan masalah dan bahkan menemukan peluang baru dengan ide-ide baru tersebut.
Peran kreatifitas dalam kewirausahaan adalah dengan kemampuan tersebut seseorang dapat memutarbalikkan keadaannya dengan melihat dan menemukan peluang yang dia dapat dari ide-ide yang dia keluarkan agar seseorang dapat melakukan usaha yang baru di pasar.
Cara berpikir kreatif dalam kewirausahaan adalah dengan tidak membatasi pikiran diri sendiri, hilangkan asumsi-asumsi, penilaian-penilaian lalu coba berpikir lagi. Ketika anda tidak membatasi pikiran anda, maka anda sudah termasuk orang yang berpikir kreatif dan “out of the box”
Cara membangun kreatifitas, yaitu :
- Ubah cara berfikir anda dari negative ke positif
- Selalu bertanya
- Bertindak
- Mencari sudut pandang lain
- Cari informasi sebanyak-banyaknya
- Disiplin
- Jangan biarkan kritik menghambat kreatifitas
- Membuat sesuatu
- Jangan takut gagal
Faktor-faktor yang mempengaruhi inovasi dan kreatifitas dalam perusahaan, yaitu :
- Lingkungan, yaitu perusahaan manufaktur dengan pangsa pasar terendah lebih besar kemungkinannya untuk berinovasi melalui inovasi yang bersifat reaktif, adaptif atau serentak.
- Mutu, yaitu perusahaan inovatif memberikan perhatian besar pada mutu, tetapi pengecekan mutu tidak hanya dilakukan pada akhir produksi, tetapi pada setiap proses kerja yang didukung informasi.Kerjasama tim, yaitu perusahaan yang memperkenalkan dan mengembangkan kerjasama tim yang efektif akan lebih berinovasi.
- Komunikasi, yaitu komunikasi dan koordinasi antar departemen merupakan penentu yang penting bagi inovasi.Komunikasi internal perusahaan berupa pertemuan berkala juga berpengaruh terhadap inovasi.
- Dukungan manajemen, yaitu komitmen manajemen dan dukungan sumber daya manajemen sangat mempengaruhi karyawan mengembangkan inovasi.
- Keterbukaan, yaitu perusahaan inovatif membiarkan kebijakan, strategi dan asumsi terbuka untuk dipertanyakan.Partisipasi, yaitu keterlibatan karyawan untuk menumbuhkan rasa memiliki dan saling menghormati serta menghilangkan kecurigaan diantara para karyawan dan manajemen.
Faktor-faktor yang menghambat inovasi dan kreativitas dalam perusahaan, yaitu :
- Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003 : 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya:
- Tidak kompeten dalam manajerial. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
- Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
- Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas.
- Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
- Gagal dalam perencanaan. Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
- Lokasi yang kurang memadai. Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
- Kurangnya pengawasan peralatan.Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
- Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
- Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
- Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar